Kisah Jomblo Enggan Menikah Sebelum Mendapat 100 Maidloh

Syekh Sihabuddin As Salamah menulis dari Imam Abu Makhsar yang bercerita bahwa ketika beliau masih hidup, ada seorang anak muda yang ingin menikah, tapi di sisi yang lain ia juga takut menikah.

Keinginan menikah karena Rasulullah tidak suka dengan orang yang membujang. Yaitu sabda nabi, "Orang yang bujang itu seperti orang gila". Dan perempuan menjadi panah godaan setan.  Pemuda yang diceritakan oleh Abu Mahsar itu disisi lain takut untuk menikah. Karena orang perempuan itu amanat. Karena bersama dengan wanita adalah tanggung jawab. Maka dia takut. Akhirnya dia bersumpah, "Demi Allah aku tidak akan menikah, sebelum aku bertemu dengan 100 orang yang memberi mauidhah”.


Singkat cerita sampailah pemuda tersebut memperoleh Ahli Maidhah ke 99. Dan untuk mencari yang ke 100 itu sangat sulit. Akhirnya pagi-pagi ia keluar untuk mencari penggenap ke-100. Dia bersumpah, jika bertemu orang pertama maka akan aku jadikan ia sebagai orang yang bermauidlah Ke-100. Setelah bertemu orang pertama yang ia temui pada hari itu, ternyata ia bertemu orang gila. Wajahnya dicoreti, dan sedang menaiki mainan kuda-kudaan dengan berbicaranya yang "ngalor ngidul". 


Tapi karena dia terlanjur sumpah. Jomblo itu kemudian berucap salam kepada orang gila, "Asalamualaikum". Orang gila tersebut menjawab dengan fasih, "Wa Alaikum Salam. Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh" . Pemuda itu berkata "Pak saya ini anak muda, di satu sisi ingin menikah, tapi di satu sisi takut menikah, akhirnya saya sumpah untuk tidak menikah kecuali mendapat 100 orang yang memberi saya mauidlah. Dan Anda adalah orang yang ke 100 itu Pak”.


Orang gila itu ternyata punya gaya bicara yang jelas dan tertata. Ia berkata, "Tanyalah sesuatu yang berguna bagimu, dan jangan bertanya sesuatu yang tidak berguna bagimu". Kemudian orang gila tadi meneruskan perkataannya "Orang perempuan itu ada tiga ; Pertama perempuan yang akan menguntungkanmu. Kedua perempuan yang merugikan kamu. Dan Ketiga perempuan yang tidak menguntungkan dan tidak merugikan, bagaimana itu penjelasanya Pak?”.


Orang gila tersebut dengan jelas menerangkan, “Perempuan yang menguntungkan kamu adalah perempuan yang masih gadis, cantik, dan muda, kalau dalam pernikahannya enak dan nikmat, dia akan berkata, ‘Alhamdulillah’. Tapi kalau tidak enak dia akan berkata, ‘Biarlah satu ini saja saya akan setia "telateni" karena yang lain paling rasanya juga sama saja. Perempuan yang ke dua adalah wanita janda, anaknya banyak, menikah denganmu karena kekayaanmu. Kalau kamu bangkrut, dia akan menceraikan kamu. Perempuan yang ketiga adalah perempuan janda, masih muda, belum punya anak. Jika dalam pernikahan itu enak, dia akan berkata ‘Ya yang sepeti inilah yang aku cari’. Tapi kalau tidak enak ia akan bilang, ‘Rasanya kok tidak seperti suami yang dulu’.


Pemuda itu kemudian berkata. "Pak, Anda itu sepertinya orang gila, tapi kata-katanya berbobot". Lalu, orang gila itu menjawab, "Anak muda, Aku ini Al-Hakim, seorang Ahli Hikmah, karena aku diburu-buru oleh khalifah, maka aku menyamar menjadi orang gila. Bagiku daripada jadi hakim, mending aku menjadi orang gila saja". Itulah kisah seorang jomblo yang enggan menikah sebelum mendapat 1000 maidloh.

Posting Komentar untuk "Kisah Jomblo Enggan Menikah Sebelum Mendapat 100 Maidloh"