Khutbah Idul Fitri : Terbebas Dari Dosa Kepada Allah dan Sesama

اللهُ أَكْبَرُ3 xاللهُ أَكْبَرُ 3 xاللهُ أَكْبَرُ 3x

اللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.

الحَمْدُ للهِ، اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه،وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: ياَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Di dalam kitab Sirojut al-Tholibin karya Syekh Ikhsan Jampes Kediri yang merupakan syarah dari kitab Minhaju Abidin  karya Imam Ghazali, dijelaskan bahwa dosa yang kita lakukan dikelompokan menjadi tiga macam:

I- Pertama :

ترك واجبات الله سبحانه وتعالى

Dosa Karena Meninggalkan Kewajian Perintah Allah SWT

II- Kedua :

ذنوب بينك وبين الله سبحانه وتعالى

Dosa Karena telah melanggar larangan-larangan Allah

III- Ketiga

ذنوب بينك وبين العباد

Dosa kita Kepada Sesama Manusia

 

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Dengan berpuasa Ramadan, qiyamul lail dan disempurnakan dengan Iedul Fitri dosa-dosa kita kepada Allah akan diampuni sebagaimana sebuah Riwayat ketika umat Islam berkumpul untuk shalat Idul Fitri, Allah SWT bertanya kepada para malaikat: “Wahai para malaikat-Ku, apa balasan bagi orang yang telah menyelesaikan pekerjaannya yakni berpuasa satu bulan penuh?”. Para Malaikat menjawab, “Wahai Tuhan Kami, bagi mereka adalah hak upahnya”. Kemudian Allah berkata, “Saksikanlah wahai para Malaikat-Ku, sesungguhnya Aku hari ini telah mengampuni hamba-hambaku”.

Dalam Riwayat lain diceritakan setiap akhir Ramadan, dan memasuki malam takbiran. Raja Iblis menangis dengan sangat keras. Kemudian  seluruh tentara setan berkumpul. Mereka bertanya, "Wahai Raja kami, Pimpinan kami, siapa yang telah berani menggangumu dan apa yang membuat Engkau menangis?".

Raja Iblis kemudian berkata, "Wahai pasukannku, tidak ada yang berani menganggu kekuasaanku, Ketahuilah aku menangis karena malam ini adalah malam hari raya dan besok Umat Nabi Mubammad telah kembali fitrah, besih dari dosa, dan menjadi pribadi yang "minal a'idzin wal faizin", setahun kita bekerja menggoda mereka seperti tidak ada gunanya".

Mendengar itu, semua pasukan setan ikut menangis sejadi-jadinya karena merasa usahanya sia-sia selama satu tahun. Kemudian Iblis sebagai pimpinan berkata, "Kenapa Kalian ikut menangis?. Tidak ada gunanya menyesali ini, ayo bersiap siaga lagi. buat mereka lalai kepada Allah diawal hari raya. Buat mereka bahagia. Sehingga lupa lagi kepada ketaatan kepada Allah".

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Dalam banyak Riwayat dijelaskan bahwa dosa-dosa kita kepada Allah memang telah diampuni hari ini setelah kita lunas menggemban tugas berpuasa Ramadan. Akan tetapi bagaiamana dengan dosa-dosa kita kepada sesama manusia?. Kepada keluarga kita?. Kepada tetangga kita?. Serta kepada handai tolan kita?. Syekh Zainuddin al-Malibari dalam Hidayatul Athqiya berkata bahwa seorang akan bersih dan sempurna taubatnya  jika ia bebas dari hak-hak adami :

وَبَـــــــــــــرَاءَة مِنْ كُلّ ِحَـــــــــقّ ِالآدَمِــــــــــــــي


Hamba yang terbebas dari hak-hak adami. Oleh karena Idul fitri kita ini tidak akan sempurna jika tidak dilengkapi dengan saling meminta maaf kepada sesama. Sebesar apapun amal kita. Bergunung-gunung atau berbukit-bukit pun amal yang kita bawa, jika kita memiliki hak adami, maka itu akan menjadi janggalan kita untuk menuju surga-Nya Allah nanti. Maka meminta maaf dan memaafkan adalah suatu keniscayaan yang harus kita lakukan di momen Idul Fitri ini.

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Dalam satu Riwayat Rasulullah pernah menanyai para sahabatnya :

أَتَدْرُوْنَ مَاالْمُفْلِسُ؟

Wahai Para Sahabatku siapakah orang yang bangkrut?. Para sahabat menjawab:

الْمُفْلِسُ مَنْ لاَدِرْهَمَ لَهُ وَلاَ مَتَاعَ

Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memilki uang dirham dan harta benda.

Nabi kemudian menjelaskan bahwa orang yang bangkrut adalah orang datang dihari kiamat membawa amal shalat, puasa dan zakat yang sangat banyak. Akan tetapi di dunia dia pernah mencaci orang, menuduh orang ini, memakan harta orang ini, sampai seluruh amalnya yang berbukit-bukit habis untuk ditukarkan. Dan dia menanggung dosa-dosa orang yang pernah ia salahi.

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Dalam kitab Hasyiah al-Bajuri, jilid II halaman  429 disebutkan sebuah ungkapan untuk kita renungi bahwa:

 لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ

Bukanlah disebut hari Raya Ied bagi orang yang mengenakan pakaian baru

 إِنَّمَا الْعِيْدُ لِمَنْ طَاعَاتُهُ تَزِيْدُ

Akan tetapi Ied yang sesungguhnya adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah.

ليس العيد لمن تجمل باللباس و الركوب،

Lebaran bukan tentang menghiasi diri dengan pakaian dan kendaraan

 إنما العيد لمن غفرت له الذنوب

Sesungguhnya lebaran adalah untuk orang yang diampuni dosa-doanya.

Hadirin Jamaah Idul Fitri Rahimakumullah

Bukti bahwa puasa Ramadan kita diterima adalah apabila ada pertambahan ketaatan kita kepada Allah dan kita tumbuh menjadi pribadi yang terampuni dosa-dosanya serta berusaha semaksimal mungkin tidak lagi menyakiti sesama manusia.

Oleh karena itu mumpung hari ini kita menangi idul fitri, mari kita ingat-ingat kembali kepada siapa kita pernah melakukan dosa. Ayo kita datangi. Kita memohon maaf kepadanya. Sejenak kita singkirkan ego kita. Sejenak kita tanggalkan emosi kita, untuk melapangkan hati meminta maaf agar kelak, ketika kita sowan ke hadirat Alloh, dengan gelar  “Minal ‘Aidin wal faizin”. Orang-orang yang menang dari hawa nafsunya, orang-orang yang bersih dari dosa-dosanya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


 

الخُطْبَةُ الثَّانيةُ

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،

اللهُ أَكْبَرُ. لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

الحَمْدُ للهِ الَّذِى خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً أَدَّخِرُهَا لِيَوْمٍ كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَخَلِيْلِكَ مُحَمَّدٍ مَا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

1 komentar untuk "Khutbah Idul Fitri : Terbebas Dari Dosa Kepada Allah dan Sesama"