Ngaji Hikam Bab Mensucikan Hati dengan Shalat

Bulan Rajab disebut sebagai bulan paling mulia karena dipilih sebagai bulan pertemuan antara Kekasih dengan Kekasih-Nya yaitu Nabi Muhammad Saw yang sepanjang sejarah tidak pernah terjadi. Oleh karena itu setiap bulan Rajab Nabi berdoa :

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Hikmah al-Hikam kali ini akan membahas tentang oleh-oleh Nabi dalam Isra' Mi'raj yaitu shalat yang oleh Imam Ghazali disebut sebagai :

الصلاة معراج المؤمن

Bahwa sholat adalah mi'raj-nya orang mukmin. Orang yang sholat sebenarnya dapat menjadikan sholat sebagai media mi'raj. Tentu shalat yang dimaksud adalah haqiqatu al-Sholat dan bukan mutlaqu shalat.

Keistimewaan bulan Rajab diterangkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani bahwa Rajab memiliki 3 huruf yaitu ر ج ب. Yang dari 3 huruf tersebut Syekh Abdul Qadir memberikan kepanjangan dari setiap hurufnya.

Para ulama dulu biasanya menggunakan singkatan. Seperti Abah Djamal yang sering membuat singkatan dan dianaranya adalah STMJ bagi orang yang akan nikah. Hal itu dipelajari dari para pendahulu seperti yang dijelaskan Syekh Abdul Qadir.

Menurut Syekh Abdul Qadir Huruf ra' / ر berarti Rohmatullah bahwa dalam bulan Rajab turun kebaikan, kemurahan dan rahmad Allah.  Mengapa disebut Rohmatullah?. Karena  bulan rajab disebut juga sebagai Rojabul Ashab yaitu bagaikan hujan yang turun terus menerus membasahi kita seakan-akan Rahmat Allah di bulan Rajab terus mengalir seperti derasnya hujan kepada kita.

Huruf ketiga dari Rajab adalah huruf ج / Jim pada nama bulan Rajab yang artinya Judullah atau kemurahan Allah. Dalam hal ini diantaranya adalah dilipatgandakannya kebaikan oleh Allah dari setiap amal yang dikerjakan. Tapi kita juga harus ingat tidak hanya kebaikan saja yang dilipatkan, akan tetapi kejelakan yang dilakukan juga digandakan. Oleh karena itu Syekh Abdul Qadir pernah meriwayatkan perkataan dari Dzinun al-Misri bahwa, "Bulan Rajab adalah bulan yang harus kita gunakan untuk meninggalkan maksiat. Karena sebagaimana kebaikan yang dilipatgandalan maka maksiat juga akan dilipatgandakan dalam bulan Rajab".

Huruf ketiga dari Rajab adalah huruf ب / Ba'. Yang berarti Birul Allah atau kebaikan Allah kepada kita. Para wali Allah pada bulan Rajab memperbanyak doa karena tahu pada bulan rajab Allah melipatgandakan kebaikannya.

Sebagai pengantar hikmah ini, Kemarin saya, isteri, Pak Yai Yahya dan Ibu Nyai Umi Salamah sowan Kiai Mursyid selama beberap jam. Saat itu diantara dawuh penting beliau adalah, "Politik jangan dimasukan ke hati, cukup dalam pikiran saja". Dawuh yang sangat sederhana. Bahwa perpolitikan hari ini cukup kita pikirkan dalam pikiran saja tanpa dibawa ke dalam hati.

Dulu sewaktu Abah masih ada, jika dapat dawuh dari Kiai Mursyid kita mudah karena langsung diterjemahkan oleh Abah Djamal. Bahwa maksud dari Kiai Mursyid biasanya seperti ini, seperti ini. Abah menjelaskan maksud dari Kiai Mursyid. Mengapa kiai mursyid dawuh, "Politik jangan dimasukan ke hati". Ternyata di dalam Al-Hikam hati adalah hal yang luar biasa dan sangat menentukan. Sampai ada dawuh :

إن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله واذا فسدت فسد الجسد كله
Bahwa hati adalah poros dari segalanya.  Jika hati bagus, bersih dan baik. Maka semua menjadi baik. Oleh karena itu dawuh Yai Mursyid jangan dimasukan hati agar hati kita tidak keruh dan hanya diisi dan hanya untuk Allah. Sehingga dalam akhir Al-Hikam terdapat doa  :
اللهم طهر القلب من الأغيار
Ya Allah bersihkan hati kami dari aghyar yaitu segala sesuatu yang selain Allah.

Pada awal-awal pembahasan Al-Hikam juga dinyatakan, "Bagaimana hatimu akan bercahaya seperti cermin sementara di cermin hatimu sudah tertempel hal-hal selain Allah atau aghyar. Sehingga cahaya dari Allah tidak akan bisa memantul dari hati kita. 

الصلاة طهرة للقلوب من أدناس الذنوب واستفتاح لباب الغيوب
Artinya : Shalat sebagai penyucian hati dari kotoran dosa dan sebagai pembuka pintu ghaib.

Shalat yang dimaksud dalam hikmah tersebut adalah haqiqatus al-sholat atau hakikat dari shalat. Yaitu shalat yang sempurna yang dilakukan semua syarat dan rukunnya dengan penuh adab dan etika yang disebut iqomatus shalat. Shalat yang seperti inilah yang dapat menjadi penyucian hati dari kotoran dosa.

Dari pernyataan di atas sebenarnya Syekh Ibnu Athailah juga memberi informasi bahwa hati kita mudah kotor, sering keruh, sampai bisa berkarat sebagaimana besi yang berkarat. Dan salah satu hal yang dapat membersihkan hati adalah membaca Alquran dan shalat.

Hikmah ini selaras dengan sejarah ketika Nabi akan mendapat perintah shalat dimana beliau melewati perjalanan yang luar biasa yaitu berjalan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sampai beliau Mi'raj. Otak dan pikiran kita tidak bisa mendekati peristiwa luar bisa dalam isra' mi'raj sehingga Allah berfirman:

سبحان الذي اسرى بعبده ليلا من المسجد الحرام الى المسجد الاقصى الذي باركنا حوله لنريه من اياتنا

Diawali dengan kalimat Maha Suci Dzat yang memperjalankan Nabi Muhammad. Yaitu Allah Swt sebaga Dzat yang bersih dan luar biasa.

Diantara satu kejadian dalam hikmah ini adalah ketika Nabi didatangi oleh Jibril dan Mikail sewaktu masih kecil. Dimana beliau dibawa ke Bi'ru Zamzam dan beliau dibaringkan serta  dibedah dadanya. Saat itu tidak ada satupun darah yang keluar dari dada Nabi dan Beliau tidak mersakan sakit. Sesaat kemudian datang Mikail membawa bokor yang berisi zamzam dan mengangkat hati Nabi untuk dibersihkan. Setelah selesai, hati Nabi dikembalikan dan dimasukanlah iman, ilmu dan hikmah.

Nabi Muhammad hatinya dibersihkan. Pertanyaannya apakah hati beliau kotor?. Tidak!. Karena beliau maksum dan hatinya selalu berzikir kepada Allah. Peristiwa itu adalah pelajaran bahwa sebelum kita naik dalam shalat maka hati kita perlu dibersihkan terlebih dahulu. Jika hati kita kotor, keruh, dan banyak dosa maka jangan berharap saat sholat kita merasakan mi'raj kepada Allah Swt.

Dalam kitab Bidayatul Bidayah diceritakan bahwa setiap langit dijaga oleh para Malaikat. Ketika satu amal dibawa oleh Malaikat dan melewati pintu langit pertama, ada penjaga yang melakukan screening dan filter dulu. Jika amal itu terdeteksi dari hati yang kotor maka amal akan dilemparkan kembali kepada si pemilik amal. Begitu juga pada langit-langit berikutnya.

Jika Syekh Abdul Qadir berkata bahwa shalat adalah Mi'raj bagi orang mukmin, maka yang paling penting dari peristiwa di bedahnya Nabi adalah bahwa Rajab adalah momen yang sesuai untuk melakukan operasi pembersihan hati. Sampai dikatakan oleh Dzinun al-Misri bahwa yang terpenting dari bulan rajab adalah "Tarku maasyi wa sayiaat". Yaitu meninggalkan maksiat dan keburukan.  Dan dengan membaca doa 70 kali doa:

اللهم اغفر لي وارحمني وتب علي انك انت التواب الرحيم

Bulan Rajab  adalah bulan pembersihan dan pengosongan hati sehingga kita diperintah untuk meninggalkan maksiat dan kejelekan. Sementara Syakban adalah waktunya kita mengisi dengan berbagai macam kebaikan dan Ramadan adalah musim panen. Dalam istilah orang Jawa Rajab adalah bulan nandur. Syakban adalah bulan menyiram dan Ramadan adalah bulan panen. 

Media terbaik untuk membersihkan hati menurut Ibnu Athailah adalah sholat. Yaitu shalat yang disertai dengan kehati-hatian, semua syarat dipenuhi, serta rukun-rukunnya dikerjakan dan menghadirkan diri kepada Allah.

Shalat yang demikian secara otomatis  akan membersihkan kotoran-kotoran hati. Sehingga sebenarnya kitalah yang butuh shalat karena shalat adalah hidangan indah dari Allah.

Shalat akan Menjadi Pembuka Pintu Ghaib. Dalam syarah hikam yang dimaksud dengan pembuka pintu ghaib adalah dia akan dibukakan pintu siri dan pintu kemakrifatan oleh Allah. Orang itu akan melihat sesuatu hal yang ghaib yang tidak bisa dilihat oleh mata umum dan itulah kemakrifatan dari Allah Swt.

الصلاة محل المناجاة ومعدن المصافاة تتسع فيها ميادن الأسرار وتشرق فيها شوارق الأنوار 

Artinya : Shalat adalah tempat kita bermunajat kepada Allah Swt dan sebagai tempat pembersihan hati dari berbagai kotoran. Leluasa didalamnya datangnya berbagai rahasia-rahasia Allah dan terbit terang padanya cahaya-cahaya ilmu dan makrifat.

Dalam satu hadist Nabi bersabda:

المصلي يناجي ربه

Bahwa orang yang sedang shalat sebenarnya sedang bermunajat kepada Allah. Dalam shalat kita takbir. Mengakui yang besar adalah Allah. Kita mengaku bahwa kita kecil dan butuh kepada Allah. Dilanjutkan dengan doa iftitah yang isinya adalah munajat-munajat hamba kepada Allah yang sangat tinggi. Kemudian dilanjutkan membaca Fatihah. Di dalam hadist qudsy dijelaskan ketika membaca fatihah hendaknya dihentikan setiap ayatnya. Karena di dalamnya ada munajat dan Allah menjawab setiap ayat yang kita baca :

اذا قال العبد 'بسم الله الرحمن الرحيم' قال الله جل و على : بدأ عبدي باسمي ,

Ketika seorang hamba memulai membaca bismillah. Allah menjawab : Hambaku memulai dengan menyebut namaku.

فاذا قال الحمدلله رب العالمين, قال الله جل جلاله: حمدني عبدي و علم ان النعمة التي له من عندي

Ketika hamba mengucapkan al-Hamdulillaah, Allah menjawab Hamba-hambaku memuji Aku.

فاذا قال :'مالك يوم الدين' قال الله جلّ جلاله:فوض إلي عبدي
Ketika hamba mengatakan Maliki Yaumiddin  Allah menjawab: Hambaku telah memasrahkan semua kepada Ku.

فإذا قال : إياك نعبد وإياك نستعين ، قال : هذا بيني وبين عبدي ولعبدي ما سأل

Allah menjawab: Ini adalah waktu antara saya dan hambaku. Untuk hamba-Ku akan aku beri apapun yang dia minta.

فإذا قال : اهدنا الصراط المستقيم ، صراط الذين أنعمت عليهم ، غير المغضوب عليهم ولا الضالين ، قال : هذا لعبدي ولعبدي ما سأل

Ketika hamba membaca Ihdinashiratal sampai akhir. Allah menjawab: Ini untuk hamba-Ku dan untuk Hamba-Ku apa-apa yang ia minta.

Inilah yang dimaksud Mahalul Munajat. Belum lagi ketika saat duduk diantara dua sujud dengan doa :

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافَنِي وَاعْفُ عَنِّي

Artinya:Ya Tuhanku, mohon ampunilah aku; rahmatilah aku; perbaikilah aku; angkatlah aku; anugerahkanlah rezeki kepadaku; berilah hidayah kepadaku; sehatkanlah aku dan maafkanlah aku.

Dalam satu cerita disebutkan Syekh Kholiq Qosam Yaman ketika sudah membaca salam kepada Nabi saat tahiyat, langsung dijawab oleh Nabi. Beliau makamnya ada di Zambal dan ketika masih hidup saat beliau mengimami shalat banyak sekali yang ingin menjadi makmum. Karena ingin mendengar langsung suara Nabi saat menjawab salam tahiyat Syekh Kholiq Qasam.

Shalat juga sebagai pembersihan hati dari berbagai kotoran. Mushafat memiliki makna khusus dibanding Munajat. Dimana antara hamba dan Allah sudah tidak ada satir dan penutupnya. Dan itu terjadi ketika seorang hamba sholat dengan iqomatus sholat. Sampai dikatakan:

اذا قام العبد الى الصلاة رفع الحجاب عنه

Ketika seorang hamba mendirikan shalat maka diangkat tutup antara dirinya dengan Allah. Maka sebenarnya tempat terdekat kita  kepada Allah adalah saat shalat. Fatihah adalah surat yang hebat dan luar biasa dan akan luar biasa lagi apabila dibaca dalam shalat. Doa-doa juga hebat, tapi doa paling hebat adalah doa yang dibaca saat sholat. Sholawat juga hebat tapi sholawat tertinggi adalah sholawat yang dibaca saat sholat.

Sholat menjadikan hati menjadi luas dan lebar selebar lapangan. Sehingga dapat menampung asror dari Allah yang berupa ilmu dan maarif.  Kehebatan lain dari sholat adalah hati menjadi luas. sehingga makrifat, ilmu, dan hikmah akan dengan mudah dimasukan oleh Allah.

Jka hati sudah luas serta sudah dipenuhi cahaya, yang cahaya itu menyebar ke dalam seluruh anggota tubuh orang yang sholat. Maka hati itu akan bersinar serta terbit cahaya yang memancar dan menyinari ke seluruh anggota tubuh seperti mata, telinga, tangan, kaki, Dst. Mata yang tersinari cahaya dari hati secara otomatis tidak akan mau diajak maksiat. Bahkan mata dapat mendeteksi mana perkara yang diridlai dan tidak diridlai oleh Allah.

Begitu juga telinga yang tersinari cahaya dari hati yang luas. Dia tidak akan suka mendengar perkara-perkara maksiat. Otomatis telinga itu akan terkunci dari hal-hal yang tidak diridlai Allah.  Begitu juga lisan, tangan, kaki Dsb. Sehingga Nabi  berkata:

مَنْ لَمْ تَنْهَهُ صَلَاتُهُ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ، لَمْ تزْده مِنَ اللهِ إِلَّا بُعْدًا

Artinya : Barangsiapa yang sholatnya tidak mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar maka tidak ada nilai tambah bagi orang itu kecuali hanya semakin jauh dari Allah.

Hadist ini dapat menjawab pertanyaan bahwa mengapa ada orang sholat tapi masih maksiat?. Karena sholatnya belum mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar. Oleh karena sesungguhnya sholat adalah persembahan terindah kita kepada Allah.

Ada seorang raja yang meminta permaisuri. Ada dua pegawai yang mencarikannya Permaisuri. Satu diantaranya mencarikan yang terbaik. Cantik, serta Akhlaq dan perkataannya baik. Yang kedua mencarikan Permaisuri asalakan perempuan. Jelek serta tangan dan kakinya buntung. Matanya juga cacar. Bagaimana sikap raja pada dua orang ini?. Dua orang itu pasti akan dibalas oleh raja dengan cara yang berbeda. Yang pertama  akan dibalas kebaikannya. Sementara yang kedua pasti akan dibenci dan raja merasa dihina. Begitu juga persemabahan Sholat kita kepada Allah. Shalat yang apa adanya tidak akan bisa menimbulkan balasan hikmah dari Allah Swt. (*)

- Disarikan dari Ngaji Hikam Setiap Malam Selasa oleh Dr.KH. Abdul Kholiq Hasan, M. HI di Bumi Damai Al-Muhibin 15 Januari 2024

2 komentar untuk "Ngaji Hikam Bab Mensucikan Hati dengan Shalat"

  1. Alhamdulillah tulisan nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Lebih produktif lebih bermanfaat bagi ummat.

    BalasHapus